BERANTASONLINE.COM - Sejak Jumat (4/9), aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menunjukkan peningkatan signifikan, menyebabkan erupsi yang menghasilkan gemuruh dan getaran.

Peristiwa alam ini tidak hanya terbatas pada lokasi gunung api itu sendiri, namun menyebar dampaknya ke berbagai wilayah di sekitarnya.

Wilayah yang merasakan imbas langsung dari erupsi ini mencakup Lampung, Banten, Jakarta, hingga Jawa Barat.

Salah satu dampak paling terasa adalah pada sektor transportasi udara, di mana ribuan jadwal penerbangan mengalami pembatalan.

Tidak hanya itu, kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, juga dilaporkan terpengaruh oleh material vulkanik yang dikeluarkan.

Situasi ini memaksa institusi pendidikan di beberapa daerah mengambil langkah antisipasi demi keselamatan siswa.

Sekolah-sekolah di wilayah Jakarta hingga Tangerang terpaksa menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah.

Smentara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam akun instagram pribadinya dedimulyadi71, Minggu (6/9) menginstruksikan para kepala sekolah di wilayah yang terdampak abu vulkanik seperti Bogor, Sukabumi dan wilayah lain yang intensitas debu nya tinggi untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. "Para Kepala Sekolah bisa mengambil keputusan pembelajaran secara daring", ujarnya. 

Merespon instruksi Gubernur Jabar tersebut, Walikota Bogor dan Bupati Bogor mengeluarkan himbauan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) terhitung sejak tanggal 7 September 2026 sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.Â