Serang, BERANTAS –
Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, bergemuruh dalam suka cita merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Minggu, 6 September 2026.
Warga dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti tradisi "Panjang Maulid" sebagai wujud kecintaan dan syukur atas kelahiran junjungan mereka.
Perayaan ini berlangsung meriah di sejumlah kampung, meliputi Kampung Limus Buek dan Kampung Nyatuh di Desa Suka Indah, Kampung Nangerang di Desa Sukacai, serta Kampung Cibongor di Desa Tejamari.
Warga berkreasi menghias "panjang" yang diarak menyusuri jalan, menampilkan beragam bentuk mulai dari kendaraan roda empat hingga roda dua yang dihiasi ornamen dan karakter menarik.
Keunikan tradisi ini semakin terasa dengan adanya hiasan uang kertas berbagai pecahan, mulai dari Rp2.000 hingga Rp100.000, pada sejumlah panjang Maulid.
Inisiatif kreatif ini menjadi bagian dari upaya warga dalam memeriahkan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.
Arak-arakan yang memadati ruas jalan sempat menyebabkan kelancaran lalu lintas tersendat. Namun, pemandangan tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Banyak pengguna jalan yang berhenti sejenak untuk mengabadikan kemeriahan tradisi tersebut menggunakan kamera ponsel.
Bagi sebagian warga, kemeriahan ini bukan sekadar tontonan budaya. Ada rasa haru menyaksikan kebersamaan dan semangat gotong royong warga dalam mempertahankan tradisi keagamaan di tengah arus modernisasi.
"Kemeriahan seperti ini membuat kita terharu. Warga masih mau berkumpul dan bersama-sama menunjukkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga tradisi seperti ini terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar salah seorang warga yang menyaksikan arak-arakan.







