BERANTASONLINE.COM - Kepolisian Metro Jakarta Barat berhasil mengendus aktivitas sindikat pemalsuan uang yang ternyata telah melakukan dua kali produksi. Jaringan ini beroperasi dengan cakupan lintas daerah, menunjukkan skala operasi yang cukup terorganisir.
Dalam pengungkapan ini, diketahui bahwa total ada 12.000 lembar uang palsu yang berhasil dicetak oleh sindikat tersebut. Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah beredar di masyarakat.
Sebanyak 8.000 lembar uang palsu berhasil diedarkan oleh sindikat ini sebelum akhirnya terendus oleh pihak kepolisian. Peredaran uang palsu ini tentu menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Namun, dari total produksi, ditemukan pula 4.000 lembar uang palsu yang dinyatakan 'cacat produksi'. Lembaran uang ini tidak sempurna dan tidak menyerupai uang asli.
"Dari Tasikmalaya sendiri mencetak dua kali. Cetakan pertama sebanyak 12 ribu lembar, yang cacat ada 4 ribu lembar, cacat itu tidak sempurna atau tidak mirip dengan yang asli," ungkap Kombes Pol Nasriadi, Kapolres Metro Jakarta Barat.
Kegiatan produksi uang palsu ini dilakukan di dua lokasi berbeda yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP). Hal ini menunjukkan bahwa sindikat ini memiliki strategi operasional yang tersebar.
TKP pertama berada di Tasikmalaya, Jawa Barat, sementara TKP kedua berlokasi di Banyumas, Jawa Timur. Lokasi yang berbeda ini diduga untuk mengelabui petugas dan menyulitkan pelacakan.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi memaparkan kronologi pengungkapan ini dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Mapolres Metro Jakarta Barat.
"Polres Metro Jakarta Barat mengungkap sindikat pemalsuan uang jaringan lintas daerah yang sudah dua kali memproduksi uang palsu," ujar Kombes Pol Nasriadi dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (25/8/2026).





