BERANTASONLINE.COM - Partai Likud, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, baru-baru ini memasang sebuah reklame raksasa yang menampilkan sejumlah tokoh internasional. Pemasangan ini dilakukan menjelang agenda pemilihan umum di Israel yang dijadwalkan pada Oktober 2026 mendatang.
Wajah-wajah yang terpampang dalam billboard berukuran besar tersebut antara lain Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Wali Kota New York Zohran Mamdani, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, serta pemimpin Hizbullah Naim Qassem. Kemunculan reklame ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap posisi politik Netanyahu dan Partai Likud.
Reklame provokatif ini ditempatkan di salah satu jalan raya utama di Tel Aviv, berlokasi strategis di kawasan yang kerap menjadi pusat aktivitas kampanye bagi kubu Netanyahu. Pemasangan ini telah berlangsung sejak pekan lalu, menarik perhatian banyak pihak.
Tujuan utama dari pemasangan reklame ini adalah untuk mengidentifikasi dan menampilkan tokoh-tokoh yang dinilai berseberangan secara ideologis atau politik dengan kebijakan Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu. Ini merupakan strategi kampanye yang cukup berani dari Partai Likud.
"Wajah Erdogan, Mamdani, Mojtaba Khamenei, dan Naim Qassem ditampilkan sebagai tokoh yang disebut berseberangan dengan Netanyahu," demikian kutipan dari artikel asli yang menggambarkan isi reklame tersebut.
Lebih lanjut, penempatan reklame ini secara spesifik di kawasan pusat kampanye Netanyahu diharapkan dapat memberikan pesan kuat kepada para pendukungnya maupun publik luas mengenai siapa saja pihak yang dianggap sebagai lawan atau penentang agenda politik Israel saat ini.
Kemunculan billboard raksasa ini secara tidak langsung menunjukkan adanya ketegangan politik yang sedang berlangsung, baik di kancah domestik Israel maupun dalam hubungan internasionalnya. Hal ini menjadi bagian dari dinamika politik menjelang pemilu.
Informasi mengenai pemasangan reklame ini pertama kali dilaporkan oleh berbagai media yang meliput perkembangan politik di Israel. Reklame tersebut menjadi pusat perhatian dan perbincangan hangat di kalangan pengamat politik.
"Kemunculan reklame tersebut berlangsung ketika posisi politik Netanyahu dan Partai Likud tengah menjadi sorotan," demikian pernyataan yang menegaskan konteks politis di balik aksi kampanye ini.






