Jakarta, BERANTAS –

Polemik penundaan transaksi rekening milik Supriyono alias Botok, koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), mulai merembet ke kalangan pelaku usaha.

CEO Forest Beverage Solutions, Muadzin F. Jihad, menyatakan rencana memindahkan layanan payroll 120 karyawannya dari Bank Mandiri ke Bank Central Asia (BCA).

Pernyataan ini disampaikan Muadzin melalui media sosial setelah mencuatnya polemik terkait rekening yang diduga digunakan untuk menampung dana pribadi dan donasi masyarakat untuk kebutuhan aksi pada 27 Agustus 2026.

Dalam unggahannya, Muadzin meminta Bank Mandiri mengembalikan akses terhadap dana rekening tersebut. Ia kemudian mengumumkan bahwa layanan payroll perusahaan untuk 120 karyawan akan dialihkan ke BCA pada bulan berikutnya.


Langkah ini dengan cepat mendapat perhatian publik dan menjadi bagian dari gelombang kritik terhadap Bank Mandiri yang berkembang di media sosial. Sejumlah pengguna internet bahkan menyerukan aksi boikot dan perpindahan dana dari bank tersebut.

Bermula dari Rekening Donasi Rp80,9 Juta

Polemik bermula dari rekening Bank Mandiri milik Supriyono alias Botok yang disebut memiliki dana sekitar Rp80,9 juta. Dana tersebut dikaitkan dengan uang pribadi dan donasi masyarakat untuk mendukung kebutuhan aksi warga Pati.

Bank Mandiri sebelumnya telah memberikan klarifikasi bahwa tindakan terhadap rekening tersebut bukan keputusan sepihak perseroan. Corporate Secretary Bank Mandiri menyatakan penundaan transaksi dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah mengikuti prosedur serta ketentuan yang berlaku.