BANDUNG — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat menggelar Konferensi Provinsi (Konferprov) Tahun 2026 di Hotel Horison Ultima, Kota Bandung, pada Rabu–Kamis (12–13/8/2026).

Agenda lima tahunan ini menjadi momentum penting bagi organisasi kewartawanan tertua di Indonesia tersebut untuk menentukan kepemimpinan periode 2026–2031 sekaligus merumuskan arah organisasi di tengah perubahan ekosistem komunikasi publik.

Acara dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Dalam sambutannya, Farhan menyoroti pergeseran lanskap komunikasi publik yang kian menantang posisi jurnalisme konvensional. Menurutnya, masyarakat kini mengakses informasi tidak hanya dari media massa, tetapi juga melalui media sosial, kanal digital, influencer, hingga komunikasi langsung dari lembaga pemerintah.

"Kondisi ini menjadi tantangan bagi insan pers untuk tetap mempertahankan kredibilitas dan kepercayaan publik," ujar Farhan.

Untuk menghadapi arus informasi tersebut, Farhan mendorong adanya rekonstruksi dalam praktik jurnalisme agar profesi wartawan tetap relevan dengan perkembangan zaman. Ia menegaskan pentingnya menjaga fondasi jurnalisme yang berbasis verifikasi, kompetensi, dan etika redaksional agar karya pers terus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Di sela sapaannya, Farhan sempat menyinggung hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang mencatat tingkat kepercayaan masyarakat di 27 kabupaten/kota terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berada di atas 95 persen, bahkan mencapai 100 persen di Kota Bandung, Cimahi, dan Bogor.

Lebih lanjut, Farhan menegaskan komitmennya terhadap kebebasan pers dan menolak keras segala bentuk pembungkaman terhadap media. Ia menempatkan kritik sebagai bagian vital dalam fungsi kontrol sosial yang independen dan bertanggung jawab.

Ia mengibaratkan kritik seperti pisau bermata dua—meski terkadang terasa tidak nyaman bagi pihak yang menerima, kritik sangat diperlukan untuk mengingatkan serta membuka titik buta (blind spot) pemerintah. Farhan juga menganalogikan kritik seperti spion dan klakson pada kendaraan besar. Fungsinya bukan untuk mengganggu perjalanan, melainkan membantu memastikan kendaraan tetap mengetahui situasi sekitar dan bergerak lebih aman.

Farhan berharap Konferprov PWI Jawa Barat 2026 tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat profesionalisme serta independensi wartawan. Insan pers diharapkan dapat terus menjalankan perannya sebagai salah satu pilar demokrasi, penjaga akal sehat publik, sekaligus mitra strategis pemerintah yang tetap kritis dan objektif.