New Delhi, BERANTAS -
Negara-negara anggota BRICS kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi lintas negara.
Inisiatif ini menjadi sorotan utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang digelar di New Delhi, India.
Dorongan tersebut merupakan bagian dari upaya kolektif untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antaranggota BRICS dan mengatasi hambatan transaksi.
Dengan beralih ke mata uang lokal, perdagangan diharapkan menjadi lebih efisien karena tidak lagi mutlak memerlukan konversi ke dolar Amerika Serikat.
Selain itu, penguatan sistem pembayaran lintas negara juga menjadi agenda penting.
Para pemimpin BRICS sepakat untuk mendorong terciptanya mekanisme pembayaran yang lebih cepat, aman, dan efisien guna mendukung aktivitas perdagangan serta investasi.
Langkah ini bukan berarti BRICS secara serta-merta meninggalkan dolar AS. Namun, blok ekonomi tersebut secara konsisten mendorong diversifikasi sistem pembayaran dan memperluas implementasi mata uang lokal dalam transaksi bilateral.
Bagi Indonesia, isu penggunaan mata uang lokal memiliki kepentingan strategis. Keanggotaan dalam BRICS membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara-negara anggota tanpa sepenuhnya bergantung pada satu mata uang dalam setiap transaksi.







