Jakarta, BERANTAS –
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus menggenjot perluasan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini penyakit di masyarakat. Hingga pertengahan 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 89 juta penduduk.
Meskipun capaian tersebut signifikan, Kemenkes menargetkan pemeriksaan kesehatan gratis untuk 130 juta jiwa pada akhir 2026, atau sekitar 46 persen dari total populasi Indonesia.
Juru Bicara Kemenkes RI, Widyawati, menyatakan bahwa peningkatan cakupan ini didukung oleh penguatan sistem layanan, termasuk kesiapan infrastruktur, ketersediaan alat kesehatan, serta integrasi pencatatan data kesehatan secara digital.
"Dengan sistem layanan yang kini semakin mumpuni dan terintegrasi, Kementerian Kesehatan menetapkan target terukur pada 2026 untuk menjangkau hingga 130 juta jiwa atau mencakup sekitar 46 persen dari total populasi Indonesia," ujar Widyawati pada Jumat (11/9).
Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan respons positif terhadap program CKG sejak awal pelaksanaannya. Kemenkes terus melakukan evaluasi untuk memastikan layanan tidak hanya semakin luas, tetapi juga mudah dijangkau.
Program CKG merupakan salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat pencegahan penyakit melalui pemeriksaan dan deteksi dini. Diharapkan, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sebelum berkembang menjadi masalah serius.
Memasuki tahun 2026, Kemenkes tidak hanya fokus pada jumlah peserta, tetapi juga memperkuat tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan, termasuk penanganan bagi peserta yang terdeteksi memiliki penyakit atau faktor risiko tertentu.
Sebelumnya, hingga Juli 2026, tercatat 73,8 juta peserta CKG. Dari jumlah tersebut, sekitar 62,7 juta orang menjalani pemeriksaan melalui puskesmas dan komunitas, sementara 11,1 juta anak mengikuti skrining di sekolah.







