BERANTASONLINE.COM - Prakiraan cuaca untuk wilayah Garut pada Selasa, 8 September 2026, mengindikasikan kondisi udara yang terasa lembap dengan suhu udara tertinggi diprediksi mencapai 27 derajat Celsius.

Kondisi kelembapan ini juga disertai dengan potensi terjadinya hujan ringan yang dapat menyebar di beberapa area Garut sepanjang hari, sehingga perlu diantisipasi oleh masyarakat.

Informasi ini dihimpun berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang mencatat tekanan atmosfer standar di wilayah tersebut berada pada angka 1.013,25 milibar atau setara dengan 29,9212 inci merkuri.

Tingginya suhu udara yang mencapai 27 derajat Celsius, dikombinasikan dengan kelembapan udara yang signifikan, membuat suasana terasa basah dan lengket sepanjang hari di Garut.

"Titik embun, yang merupakan suhu di mana udara mulai memadat menjadi embun, juga tercatat tinggi. Hal ini menandakan tingkat kelembapan yang cukup signifikan di wilayah tersebut," jelas prakiraan cuaca tersebut.

Kelembapan udara diukur sebagai proporsi uap air yang terkandung dalam udara relatif terhadap kapasitas maksimum udara pada suhu tertentu. Kondisi ini dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan warga.

"Kondisi ini membuat beberapa kelompok sensitif seperti penderita asma dan penyakit pernapasan lain mungkin merasakan dampak langsung, seperti kesulitan bernapas atau iritasi tenggorokan, terutama jika terpapar cuaca lembap dalam waktu lama," demikian peringatan yang disampaikan.

Tekanan udara merupakan salah satu indikator penting dalam memprediksi pola cuaca. Tekanan yang lebih tinggi umumnya diasosiasikan dengan cuaca cerah, sementara tekanan yang lebih rendah sering kali menjadi pertanda potensi badai atau hujan.

Fenomena menarik yang teramati adalah adanya perbedaan arah antara pergerakan asap dan arah angin. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor lokal.