Sumut, BERANTAS -
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pakpak Bharat yang ke-23 berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, dipadati ribuan warga yang hadir di Lapangan Kasean Banurea, Sumatera Utara.
Momentum ini bukan sekadar perayaan, melainkan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan tinggi kepada para pejuang pemekaran yang telah berjuang mendirikan daerah ini hingga kini terus berkembang pesat.
Rangkaian perayaan dirancang untuk menampilkan jati diri dan kekayaan daerah, dengan berbagai perlombaan yang mengangkat budaya asli Pakpak. Di antaranya lomba Tumatak atau tarian khas Pakpak, peragaan busana adat, hingga kompetisi vokal grup yang memukau para pengunjung.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari partisipasi aktif peserta dan dukungan warga yang hadir sepanjang kegiatan berlangsung.
Selain pentas seni dan budaya, stand pameran dari seluruh desa se-Kabupaten Pakpak Bharat menjadi daya tarik tersendiri. Setiap desa memajang potensi unggulan masing-masing, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, kelautan, hingga produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Beragam komoditas andalan daerah seperti gambir, durian, ikan jurung, manggis, dan salak ditampilkan sekaligus dipasarkan, sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Suasana semakin hidup dengan irama musik tradisional dan penampilan sanggar tari yang tampil bergantian menghibur hadirin. Perpaduan antara pelestarian budaya dan pameran potensi daerah menjadi bukti kebersamaan warga dalam mengisi kemerdekaan pembangunan di Pakpak Bharat.
Acara peringatan ini dihadiri jajaran lengkap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), utusan Gubernur Sumatera Utara, Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi Charles Bantjin yang mewakili Bupati Dairi, Dandim 0206/Dairi, Kepala Kejaksaan Negeri Dairi, Danyon 906/Sanalenggam, Kapolres Pakpak Bharat, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Pakpak Bharat, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor, Wakil Bupati Dr. Mutsyuhito Solin, M.Pd., kepala Organisasi Perangkat Daerah, camat, kepala desa, tokoh pemekaran M.P. Tumanggor, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, insan pers, pelajar, serta masyarakat umum.


