Bogor, BERANTAS –
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PDI Perjuangan, H. Slamet Mulyadi, SH, menegaskan komitmennya mengawal berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025–2026 di Kecamatan Ciawi agar dapat menjadi bagian dari pembahasan APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027.
Dalam dialog bersama warga di Desa Banjarwangi, Slamet mengatakan setiap usulan pembangunan akan dipetakan berdasarkan tingkat kebutuhan dan skala prioritas. Meski demikian, usulan di luar prioritas tetap akan diperjuangkan selama masih memungkinkan untuk direalisasikan.
“Yang memiliki skala prioritas tentu menjadi perhatian utama. Namun apabila ada usulan lain yang masih bisa kami bantu, tentu akan tetap kami perjuangkan,” ujar H. Slamet, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, pelaksanaan reses di tiga kecamatan menunjukkan karakteristik persoalan yang berbeda. Di Kecamatan Cigombong, masyarakat banyak menyoroti persoalan pengelolaan sampah. Sementara di Kecamatan Caringin, kebutuhan air bersih, pipanisasi, dan sumur menjadi aspirasi utama. Adapun di Ciawi, aspirasi masyarakat lebih banyak mengarah pada pengembangan UMKM beserta sarana penunjangnya.
Meski sektor UMKM bukan menjadi ruang lingkup komisinya, H. Slamet memastikan aspirasi tersebut tetap akan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait agar dapat menjadi bagian dari program pemerintah daerah sesuai kewenangannya.
Selain dukungan bagi pelaku UMKM, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait program Rumah Layak Tidak Layak Huni (RLTH). H. Slamet mengungkapkan, pada tahun sebelumnya dirinya telah mengawal realisasi 50 unit bantuan RLTH yang tersebar di wilayah daerah pemilihannya. Ke depan, ia menargetkan jumlah tersebut dapat meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat.
“Alhamdulillah tahun kemarin kita sudah mengawal sekitar 50 unit bantuan RLTH yang tersebar di wilayah dapil. Insyaallah tahun yang akan datang kami berencana mengusulkan sekitar 100 unit agar lebih banyak masyarakat yang bisa mendapatkan bantuan,” katanya.

Terkait tindak lanjut hasil reses, H. Slamet menjelaskan seluruh aspirasi masyarakat telah didokumentasikan dan akan dibahas bersama fraksi sebelum disampaikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai bahan penyusunan program pembangunan dalam APBD Kabupaten Bogor Tahun 2027.
“Semua aspirasi sudah kami catat. Nanti akan kami sampaikan kepada dinas terkait agar dapat menjadi bagian dari rencana pembangunan daerah pada APBD 2027,” jelasnya.
