berantasonline.com (Sukabumi)

 

Dampak musim kemarau yang berkepanjangan mulai dirasakan di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi. Selain memicu meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi tersebut juga menyebabkan krisis air bersih di sejumlah desa sehingga membutuhkan penanganan lintas sektor.

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat, dalam kurun waktu satu bulan terakhir telah terjadi 11 peristiwa kebakaran hutan dan lahan serta 7 kejadian kekeringan yang tersebar di sejumlah kecamatan.

 

Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan jumlah wilayah yang terdampak masih berpotensi bertambah seiring belum turunnya hujan di sebagian besar wilayah Kabupaten Sukabumi.

 

"Kami terus menerima laporan dari lapangan. Hingga saat ini, wilayah yang mengalami kekeringan maupun kebakaran lahan terus bertambah akibat kemarau yang berlangsung cukup panjang," ujar Daeng, Kamis (23/7/2026).