Jakarta, BERANTAS -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang disebabkan oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 95W. Imbauan ini ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan.

Bibit Siklon Tropis 95W saat ini terpantau aktif di wilayah Laut Filipina bagian barat. Sistem cuaca ini memiliki tekanan udara pusat sebesar 1003 hPa dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot.

"Bibit Siklon Tropis 95W terpantau aktif di Laut Filipina bagian barat dengan tekanan udara pusat sebesar 1003 hPa dan kecepatan angin maksimum 20 knot," ujar BMKG dalam keterangannya. Sistem ini diperkirakan bergerak ke arah barat-barat daya.

Peluang Bibit Siklon Tropis 95W untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam kurun waktu 48 hingga 72 jam ke depan masih berada pada kategori rendah. Meskipun demikian, dampaknya terhadap cuaca di wilayah Indonesia perlu diwaspadai.

Pergerakan Bibit Siklon Tropis 95W ini diketahui menginduksi terbentuknya daerah konfluensi dan konvergensi. Zona-zona ini terdeteksi di Laut Cina Selatan, pesisir barat Filipina bagian utara, serta di sekitar pusat bibit siklon itu sendiri.

Selain itu, terbentuk pula daerah konvergensi sekunder yang membentang luas di berbagai wilayah Indonesia. Area ini meliputi pesisir barat Lampung hingga Bengkulu, Aceh bagian selatan hingga Selat Malaka, Kalimantan Tengah bagian utara hingga Kalimantan Barat, serta Kalimantan Timur bagian utara hingga Kalimantan Utara.

Konvergensi sekunder juga terdeteksi di pesisir selatan Jawa Barat, serta memanjang dari Papua Pegunungan hingga Papua Tengah. Kombinasi fenomena atmosfer ini secara signifikan meningkatkan suplai massa udara basah.

Kondisi tersebut memicu pertumbuhan awan hujan konvektif yang aktif di sepanjang zona-zona konvergensi yang telah disebutkan. Hal ini berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas bervariasi.