Jawa Barat, BERANTASÂ -
Gelombang kekeringan panjang terus meluas di Provinsi Jawa Barat, kini dilaporkan telah menyentuh 25 dari total 27 kabupaten dan kota.
Kondisi ini menyebabkan jutaan warga di berbagai wilayah provinsi tersebut mengalami krisis air bersih yang semakin memprihatinkan.
Situasi darurat ini dikonfirmasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat. Juru bicara BPBD, Hadi Rahmat, menyatakan bahwa dampak kekeringan telah meluas hingga mencakup 387 desa dan kelurahan di 175 kecamatan se-Jawa Barat.
Krisis air bersih ini secara langsung memengaruhi kehidupan ratusan ribu warga di seluruh penjuru provinsi. Dampaknya terasa signifikan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
"Total warga terdampak krisis mencapai 160.862 kepala keluarga atau 519.687 jiwa," papar Hadi Rahmat, Juru bicara BPBD Jawa Barat.
Untuk merespons kebutuhan mendesak ini, berbagai pihak lintas sektor telah bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih. Total bantuan yang telah didistribusikan mencapai 11.121.000 liter.
Pendistribusian bantuan tersebut terbagi dalam beberapa kontributor utama. BPBD mendistribusikan 6,8 juta liter, disusul oleh PMI dengan 1,8 juta liter, dan PDAM menyalurkan 1,7 juta liter air bersih.
Kontribusi juga datang dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga lainnya. Komunitas menyumbang 288 ribu liter, dunia usaha memberikan 217 ribu liter, Baznas menyalurkan 100 ribu liter, BBWS memberikan 82 ribu liter, dan Kodim turut berkontribusi 4.000 liter.




