Jakarta, BERANTAS -
Langit Jakarta yang sempat kering di tengah periode kemarau mendadak diguyur hujan pada Rabu (19/8/2026).
Hujan tersebut bukan sepenuhnya terjadi secara alami, melainkan hasil dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membenarkan pelaksanaan operasi tersebut.
Menurutnya, OMC dilakukan dengan memanfaatkan keberadaan awan yang tersedia di atmosfer untuk memicu turunnya hujan. "Ini hujan yang memang ada modifikasi cuaca," ujarnya.
Pramono menjelaskan bahwa hujan sempat turun dua kali dengan jeda sekitar 30 menit. Meskipun intensitasnya belum maksimal karena keterbatasan kondisi awan, hujan tersebut dinilai cukup membantu menyegarkan udara Jakarta yang kering.
Pelaksanaan OMC kali ini menekankan bahwa rekayasa cuaca hanya dapat dilakukan ketika terdapat awan yang memungkinkan untuk dimodifikasi, bukan menciptakan hujan dari ketiadaan awan.
Hal ini sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari yang sama. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Jakarta diselimuti awan tebal pada siang hari dan berpotensi diguyur hujan mulai sekitar pukul 16.00 WIB, dengan hujan ringan di sebagian besar wilayah dan intensitas sedang di Jakarta Selatan.
OMC menjadi salah satu strategi Pemprov DKI dalam menghadapi kondisi kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang. Sebelumnya, Pemprov DKI telah menyetujui pelaksanaan modifikasi cuaca secara berkala, sekitar satu hingga dua kali dalam sepekan apabila kondisi awan memungkinkan.




