Jakarta, BERANTAS -

Polri terus memperkuat komitmennya dalam upaya pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah rawan di Indonesia.

Langkah konkret ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur vital untuk pembasahan lahan gambut, yang dinilai sangat rentan terbakar saat musim kemarau.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudi mengatakan, sebanyak 1.296 embung dan 843 sekat kanal telah dibangun oleh Polri di lokasi-lokasi yang memiliki kerentanan tinggi terhadap ancaman kebakaran.

"Fasilitas penampungan dan pengelolaan air ini dirancang secara spesifik untuk menekan potensi terjadinya kebakaran sejak dini, sehingga meminimalkan risiko bencana lingkungan", ujarnya di Jakarta, Sabtu (22/8).

Selain embung dan sekat kanal, ratusan fasilitas sumur bor juga disiapkan oleh kepolisian. Keberadaan sumur bor ini menjadi penunjang penting untuk memastikan ketersediaan air yang memadai saat memasuki periode rawan kekeringan.

Pembangunan sarana pengairan ini secara khusus diprioritaskan pada kawasan yang memiliki karakteristik tanah gambut. Wilayah seperti Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan menjadi fokus utama mengingat kondisi lahan gambut yang sangat mudah terbakar ketika mengering.

Penerapan sistem pembasahan berkala pada lahan gambut menjadi landasan utama dalam pencegahan karhutla.

Pemetaan yang cermat menjadi kunci dalam pembangunan infrastruktur ini. Tujuannya adalah agar pembangunan dapat tepat sasaran pada zona-zona yang paling membutuhkan intervensi pembasahan.