BERANTASONLINE.COM - Pulau Kalimantan, yang dikenal sebagai paru-paru dunia, tengah berjuang keras melawan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengambil langkah sigap dengan mengerahkan ribuan personel untuk memadamkan api yang terus berkobar.
Operasi penanganan intensif ini telah memasuki hari ke-48 sejak dimulai pada Jumat (21/8). Sebanyak 12.880 personel gabungan dari berbagai instansi diturunkan untuk mengendalikan titik-titik api yang tersebar di berbagai wilayah di Pulau Kalimantan.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Mustiko, menjelaskan bahwa sinergi pemadaman ini melibatkan berbagai elemen penting. "Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, TNI, Polri, BPBD, DLHK, pemerintah daerah, hingga unsur masyarakat bersatu padu dalam upaya ini," ujarnya.
"Operasi belum selesai. Pemadaman darat dan udara terus berjalan, terutama di lokasi yang membutuhkan penanganan panjang," ungkap Yudho Mustiko, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, menekankan skala tantangan yang dihadapi.
Secara spesifik, Kemenhut menggerakkan 758 personel Manggala Agni yang tersebar di empat provinsi. Sebanyak 265 personel ditempatkan di Kalimantan Barat, 208 di Kalimantan Tengah, 174 di Kalimantan Selatan, dan 111 di Kalimantan Timur.
Untuk memperkuat wilayah yang paling rawan, 45 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan juga turut disiagakan. Mereka difokuskan untuk membantu penanganan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Upaya penanganan yang dilakukan bersifat terpadu dan komprehensif. Metode pemadaman darat, pembasahan lahan gambut yang rentan terbakar, patroli udara untuk memantau situasi, serta penyiraman air dari udara melalui teknik water bombing terus digalakkan.
"Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dilaksanakan sebanyak 45 kali penerbangan dengan menyemai 45 ton bahan semai guna merangsang pertumbuhan awan hujan," kata Yudho Mustiko, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, menjelaskan langkah mitigasi cuaca.






