Bogor, BERANTAS –

Sejumlah Penerangan Jalan Umum (PJU) yang padam dan menjamurnya kabel utilitas yang semrawut di berbagai titik di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, menuai kritik dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda.

Kondisi ini dinilai tidak semestinya hanya menjadi keluhan masyarakat, namun memerlukan tindakan nyata dan pengawasan yang jelas dari pemerintah daerah.

Sekretaris BEM FISIP Universitas Djuanda, Moch Daffa, menekankan bahwa PJU yang tidak berfungsi secara langsung berdampak pada aspek keselamatan pengguna jalan.

Oleh karena itu, ia mendesak Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor untuk lebih responsif terhadap aduan masyarakat, khususnya terkait fasilitas penerangan yang menjadi kewenangannya.

“Yang kami pertanyakan adalah respons pemerintah. Aspirasi sudah disampaikan melalui jalur yang semestinya, tetapi sampai hari ini belum terlihat tindakan konkret. Masyarakat berhak mendapatkan kepastian atas laporan yang mereka sampaikan,” ujar Daffa dalam keterangan persnya, Selasa lalu. 

Daffa menambahkan, minimnya penerangan di malam hari tidak hanya sekadar masalah fasilitas rusak, tetapi juga dapat memengaruhi tingkat keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan oleh pemerintah, bukan menunggu persoalan berkembang menjadi insiden.

“Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah terjadi kecelakaan atau persoalan keamanan. Pengawasan dan pemeliharaan seharusnya berjalan sebelum risiko itu terjadi,” tegasnya.

Selain persoalan PJU, BEM FISIP Unida juga menyoroti kondisi kabel listrik dan jaringan telekomunikasi yang terlihat tidak tertata rapi. Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat jika tidak ditangani melalui koordinasi lintas instansi.