Jakarta, BERANTAS –
Tidak semua keluarga dikenang karena harta, kekuasaan, ataupun kemasyhuran. Ada keluarga yang justru menorehkan namanya dalam sejarah bangsa karena satu warisan yang jauh lebih bernilai, yakni pengabdian tanpa henti kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di antara keluarga tersebut adalah keluarga besar Almarhum H. Pangeran Suhaimi, Putra Lampung, bersama Almarhumah Hj. Ratu Lela Amrin. Pada momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, perjalanan hidup keluarga ini menjadi gambaran nyata bahwa semangat perjuangan tidak berhenti pada satu generasi, tetapi terus diwariskan sebagai amanah kepada anak, cucu, hingga cicit.
Semasa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, H. Pangeran Suhaimi turut mengambil bagian dalam membela republik yang baru berdiri. Bagi beliau, merah putih bukan sekadar simbol negara, melainkan harga diri yang harus dipertahankan dengan pengorbanan.
Nilai-nilai itulah yang kemudian ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Bersama Almarhumah Hj. Ratu Lela Amrin, beliau membangun sebuah keluarga yang menjadikan cinta tanah air, disiplin, serta pengabdian kepada bangsa sebagai prinsip hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Jejak perjuangan tersebut kemudian diteruskan oleh putra-putranya, yakni Pangeran Maulana Balyan, A. Mois, Moh. Bunyamin, Akmal, dan Zawawi, yang turut mengambil bagian dalam perjalanan mempertahankan Republik Indonesia. Sebagian di antara mereka kini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa dan pengabdiannya.
Memasuki era pembangunan, bentuk perjuangan memang berubah. Senjata digantikan dengan tanggung jawab menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan bangsa. Namun semangat pengabdian yang diwariskan keluarga besar H. Pangeran Suhaimi tetap hidup.
Hal itu tercermin dari lahirnya sejumlah putra terbaik keluarga yang mengabdikan diri sebagai perwira tinggi TNI maupun Polri.
Di antaranya Brigjen Pol. (Purn.) H. Pangeran Edward Syah Pernong, Irjen Pol. (Purn.) Ike Edwin, Komjen Pol. Tomsi Tohir Balaw, Brigjen Pol. Ulung Sampurna Jaya, serta Brigjen TNI H. Topri Daeng Tohir Balaw.



