Bogor, BERANTAS

Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, terus ditangani petugas hingga Selasa (8/9) menyisakan sejumlah titik api. Situasi ini memaksa Pemerintah Kabupaten Bogor menutup sementara pelayanan TPA selama satu hari.

Api pertama kali muncul dari lahan pertanian di sekitar TPA pada Senin (7/9) sore dan dengan cepat merambat ke area sampah lama, menghasilkan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi hingga malam hari.

Tantangan terbesar dalam pemadaman adalah lokasi titik api yang berada di bagian belakang TPA, sulit dijangkau kendaraan pemadam, ditambah dengan ketebalan timbunan sampah yang memperlambat proses.

Hingga Selasa pagi, kebakaran telah berlangsung sekitar 16 jam. Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran dari Kota dan Kabupaten Bogor dikerahkan, dibantu oleh petugas gabungan yang berupaya mencegah api menjalar ke area TPA yang masih aktif.

Keterbatasan sumber air di lokasi membuat puluhan truk tangki air dari berbagai pihak, termasuk supplier air bersih seperti Tirta Himalaya, turut serta mendistribusikan air untuk mempercepat proses pemadaman.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan penutupan sementara TPA Galuga dilakukan agar jalur akses dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mobilisasi armada pemadam dan distribusi air. Kebijakan ini juga telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Bogor, mengingat TPA Galuga melayani pembuangan sampah dari kedua wilayah tersebut.

Untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui darat, helikopter TNI AU dari Lanud Atang Sendjaja dikerahkan untuk melakukan operasi water bombing. Luas area yang terdampak kebakaran masih dalam pendataan menggunakan drone oleh Pemkab Bogor bersama Dinas Lingkungan Hidup.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, dengan fokus utama saat ini adalah pemadaman api dan pencegahan agar tidak meluas kembali. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.