BERANTASONLINE.COM - Aktivitas seismik di wilayah Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan peningkatan setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang kawasan perairan Kabupaten Manggarai pada Selasa (1/9/2026) dini hari.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa tercatat berada di laut pada kedalaman dangkal 10 kilometer. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,21 Lintang Selatan dan 120,57 Bujur Timur, tepatnya berjarak sekitar 46 kilometer arah timur laut Kota Ruteng.
BMKG memastikan bahwa guncangan tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 di perairan utara Flores tersebut tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami.
Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan oleh warga di kawasan Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan daerah sekitarnya dengan skala intensitas MMI II hingga III. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat merasakan getaran nyata di dalam rumah, layaknya ada kendaraan berat yang sedang melintas.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan mengenai timbulnya korban jiwa ataupun kerusakan pada bangunan fasilitas umum maupun permukiman warga setempat.
Peristiwa ini tercatat sebagai bagian dari rangkaian gempa bumi susulan yang cukup panjang di kawasan Flores Region. Dilansir dari BMKG, stasiun geofisika telah mencatat sebanyak 10.386 kali gempa susulan di wilayah tersebut sejak 15 Agustus 2026, yang dipicu oleh gempa utama berkekuatan magnitudo 6,2.
"Pemicu terjadinya rangkaian gempa dangkal di perairan utara Flores ini berasal dari aktivitas sesar naik busur belakang atau Flores Back-Arc Thrust yang terus melepaskan energi," terang BMKG terkait mekanisme sumber kegempaan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta terus memantau informasi resmi kegempaan melalui kanal komunikasi BMKG," imbuh pihak BMKG.






