New Delhi, BERANTAS -

China dipastikan akan mengambil alih kepemimpinan kelompok BRICS pada tahun 2027, sekaligus menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-19.

Kesepakatan ini diumumkan langsung oleh Presiden China Xi Jinping dalam KTT BRICS ke-18 yang digelar di New Delhi, India, pada Sabtu (12/9).

"China akan mengambil alih keketuaan BRICS pada 2027 dan menjadi tuan rumah Pertemuan ke-19 KTT BRICS," ujar Xi Jinping, mengutip pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China dan diberitakan oleh ANTARA.

Presiden Xi menyatakan bahwa China akan memanfaatkan masa kepemimpinannya untuk memperkuat konsensus di antara negara-negara anggota, mendorong pembangunan bersama, serta membuka babak baru kerja sama bagi negara-negara Global South. Ia menambahkan, kepemimpinan China pada 2027 juga menjadi momentum penting untuk memasuki "dasawarsa emas ketiga" dalam kerja sama BRICS.

Pergantian kepemimpinan ini merupakan proses yang dilakukan secara bergilir. Untuk tahun ini, India memegang presidensi BRICS dan menjadi tuan rumah KTT ke-18 yang berlangsung pada 12–13 September 2026 di New Delhi.

KTT BRICS tahun ini diselenggarakan di tengah ekspansi keanggotaan kelompok tersebut. Selain anggota awal, yakni Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, BRICS kini juga mencakup negara-negara seperti Indonesia, Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab.

Dalam agenda kepemimpinannya, Xi Jinping juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama BRICS di berbagai sektor strategis, termasuk perdagangan, teknologi kecerdasan buatan (AI), keuangan, dan rantai pasok. China berencana menginisiasi pembentukan BRICS AI Open Source Zone dan forum perdagangan jasa BRICS pada tahun 2027.

Menanggapi hal ini, Perdana Menteri India Narendra Modi memberikan ucapan selamat kepada China sebagai calon ketua sekaligus tuan rumah KTT BRICS berikutnya. Modi menekankan bahwa BRICS, yang kini memasuki dekade ketiganya, dituntut untuk menghasilkan langkah-langkah konkret, bukan sekadar gagasan dan komitmen.