BERANTASONLINE.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya aktivitas gempa tektonik yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada hari Selasa, 8 September 2026. Rangkaian gempa ini terjadi dengan kekuatan guncangan yang bervariasi.

Kekuatan gempa yang tercatat berkisar antara magnitudo 2,1 hingga 5,4. Guncangan ini terdeteksi terjadi baik di darat maupun di laut dengan kedalaman bervariasi antara 3 hingga 203 kilometer.

Guncangan terkuat dalam catatan terbaru ini berasal dari gempa bermagnitudo 5,4 yang berpusat di wilayah tenggara Cilacap, Jawa Tengah. Pusat gempa ini berada pada koordinat 8,42 Lintang Selatan dan 109,02 Bujur Timur.

Lokasi gempa terkuat ini berada 77 kilometer dari tenggara Cilacap dengan kedalaman 10 kilometer. "Guncangan terkuat dalam rentang pengamatan terbaru ini bersumber dari gempa bermagnitudo 5,4 di wilayah tenggara Cilacap, Jawa Tengah," demikian tercatat dalam laporan BMKG.

Menyikapi getaran yang dirasakan warga di pesisir selatan Jawa Tengah, pertanyaan mengenai potensi tsunami sempat muncul. "Warga di pesisir selatan Jawa Tengah sempat mempertanyakan 'apakah gempa di jawa tengah berpotensi tsunami' saat getaran dirasakan," demikian kutipan dari laporan tersebut.

Namun, analisis pemodelan yang dilakukan oleh BMKG dengan cepat memberikan kepastian. Hasil analisis tersebut mengonfirmasi bahwa guncangan yang terjadi di Cilacap tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami.

Meskipun demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Kewaspadaan ini penting terutama terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan yang mungkin terjadi setelah gempa utama.

Beruntung, tidak ada laporan mengenai kerusakan pada struktur bangunan utama maupun korban jiwa yang diakibatkan oleh aktivitas tektonik dangkal yang terjadi di Cilacap tersebut. Informasi ini disampaikan guna menenangkan masyarakat yang terdampak.

Selain di perairan selatan Jawa, aktivitas seismik yang beruntun juga dilaporkan melanda Kabupaten Tanggamus, Lampung. BMKG mencatat wilayah ini mengalami 10 kali gempa tektonik secara berturut-turut.