BERANTASONLINE.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kondisi cuaca di Cirebon pada Rabu, 2 September 2026, akan didominasi oleh cuaca cerah berawan. Namun, di balik langit yang tampak cerah, terdapat ancaman radiasi ultraviolet (UV) yang sangat kuat.

BMKG mencatat bahwa Indeks UV di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon pada siang hari ini mencapai angka 11.8. Angka ini dikategorikan sebagai level ekstrem, yang menandakan tingkat bahaya sangat tinggi bagi kesehatan kulit dan mata jika terpapar langsung.

Data meteorologi juga merinci suhu air laut di pesisir Cirebon berada pada 29 derajat Celsius, dengan kondisi bidang geomagnetik yang terpantau tenang. Matahari akan terbit pada pukul 05.46 WIB dan terbenam pada pukul 17.45 WIB, memberikan durasi penyinaran yang cukup panjang sepanjang hari.

Tingginya angka radiasi matahari ini menjadi perhatian serius para pakar cuaca dan kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan sangat diimbau untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang memadai.

Tingkat radiasi dengan indeks mencapai 11.8 membawa risiko bahaya yang sangat tinggi. Paparan sinar matahari langsung tanpa pelindung yang memadai dapat menyebabkan kulit terbakar dan iritasi mata hanya dalam hitungan menit.

"Secara meteorologis, kategori ini menandakan radiasi matahari berada pada level maksimum yang mewajibkan tindakan perlindungan ekstra," demikian penjelasan mengenai indeks ultraviolet ekstrem yang banyak dibicarakan warga.

Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk menerapkan protokol perlindungan diri secara ketat. Penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30+ menjadi kebutuhan utama yang harus dioleskan ulang setiap dua jam.

Menjawab pertanyaan warga tentang "bagaimana cara melindungi dari sinar UV di Cirebon", imbauan resmi menyarankan penggunaan pakaian berlengan panjang. Selain itu, topi berpinggiran lebar dan kacamata hitam pelindung radiasi UV juga direkomendasikan saat beraktivitas di luar.

Aktivitas masyarakat yang dilakukan di luar ruangan perlu disesuaikan dengan fluktuasi radiasi harian. Hal ini penting untuk menghindari pemaparan langsung sinar gelombang pendek yang dapat membahayakan.