BERANTASONLINE.COM - Operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan dekat Taman Nasional Zamrud dan Tasik Betung, yang merupakan bagian dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, telah resmi diakhiri. Upaya pemadaman dan pendinginan total terhadap lahan seluas kurang lebih 30 hektare ini berhasil diselesaikan pada hari ketujuh.
Perjuangan selama tujuh hari di lapangan oleh berbagai unsur yang terlibat akhirnya membuahkan hasil. Keberhasilan ini memastikan kawasan konservasi penting tersebut kini terbebas dari ancaman api.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menyampaikan rasa syukurnya atas tuntasnya penanganan karhutla tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa lahan seluas sekitar 30 hektare yang terdampak telah berhasil ditangani secara intensif.
"Alhamdulillah penanganan Karhutla di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud dapat kita selesaikan. Kurang lebih 30 hektare lahan yang terdampak telah ditangani melalui pemadaman dan pendinginan secara intensif oleh seluruh unsur yang terlibat," ujar Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar.
Keberhasilan yang diraih ini tidak terlepas dari kolaborasi yang solid. Dukungan penuh dari segi personel dan peralatan yang dikerahkan ke lokasi menjadi kunci utama dalam mengatasi kobaran api.
Saat ini, kondisi di kedua areal konservasi tersebut telah dipastikan aman dan terkendali sepenuhnya. Tidak ada lagi sisa bara api yang terpantau di area yang sebelumnya terdampak kebakaran.
Upaya pemadaman intensif yang dilakukan oleh tim gabungan ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi seperti Taman Nasional Zamrud.
Dikutip dari sumber asli, keberhasilan ini menjadi bukti sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi bencana karhutla.
Perluasan lahan yang terdampak, meskipun dilaporkan sekitar 30 hektare, tetap menjadi perhatian serius mengingat pentingnya kawasan tersebut sebagai habitat berbagai spesies.






