Yogyakarta, BERANTAS –
Aktivitas Gunung Merapi kembali memicu kekhawatiran setelah dilaporkan meluncurkan awan panas guguran pada Jumat (28/8) malam. Awan panas tersebut dilaporkan meluncur sejauh kurang lebih 2 kilometer ke arah barat daya.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21.22 WIB. Berdasarkan data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran diperkirakan meluncur sejauh 2.000 meter, dengan arah menuju barat daya atau kawasan hulu Kali Sat/Putih.
Saat ini, Gunung Merapi masih berstatus Level III atau Siaga. Kondisi ini mengindikasikan potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik yang masih harus diwaspadai oleh masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Merapi.
Potensi bahaya terbesar berada di sektor selatan-barat daya. BPPTKG mengimbau masyarakat untuk menghindari sejumlah alur sungai yang berhulu di Merapi.
Jarak aman yang direkomendasikan adalah maksimal 5 kilometer untuk Sungai Boyong, serta maksimal 7 kilometer untuk Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng.
Masyarakat yang berada di lereng Merapi maupun wilayah yang berpotensi terdampak diminta untuk tidak memasuki zona bahaya, terutama di sepanjang alur sungai yang berhulu di puncak Merapi.
Selain itu, warga diingatkan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Disarankan untuk terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui kanal resmi BPPTKG, pemerintah daerah, serta instansi kebencanaan terkait.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Merapi. Material vulkanik yang berada di lereng berpotensi terbawa aliran sungai saat hujan deras.






