Jakarta, BERANTAS –
Kericuhan yang pecah di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8) malam, setelah aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, menelan korban jiwa. Bambang Setiyawan (59), seorang pedagang cermin yang tinggal di Pejompongan, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya tidak sadarkan diri di tengah situasi yang mencekam.
Bambang diketahui bukanlah bagian dari massa aksi yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, pihaknya menerima laporan adanya warga yang menjadi korban dalam kericuhan tersebut.
Proses evakuasi Bambang sempat terhambat karena kondisi keamanan di lokasi yang masih membahayakan. Setelah situasi berangsur kondusif, petugas berhasil mengevakuasi korban ke RSAL Dr Mintohardjo, Jakarta Pusat. Sayangnya, nyawa Bambang tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani penanganan medis.
Jenazah Bambang kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi sempat mengajukan permintaan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Namun, pihak keluarga menolak permintaan tersebut. Hingga kini, polisi belum dapat menentukan secara medis penyebab pasti kematian Bambang.
Meski demikian, polisi terus mendalami dugaan pengeroyokan yang terjadi di kawasan Pejompongan. Sejumlah laporan mengindikasikan Bambang menjadi korban kekerasan saat kericuhan berlangsung. Namun, detail mengenai pelaku dan kronologi pasti yang menyebabkan korban meninggal masih dalam tahap penyelidikan intensif.
Peristiwa tragis ini terjadi di tengah rangkaian kerusuhan pascaaksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR. Dalam penanganan kerusuhan tersebut, Polda Metro Jaya telah menetapkan 45 orang sebagai tersangka atas dugaan perusakan dan penganiayaan. Selain itu, tiga tersangka lainnya ditetapkan terkait dugaan penyalahgunaan senjata tajam.






