Jakarta, BERANTAS –
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penguatan ekosistem protein nasional dari sektor hulu hingga hilir untuk memastikan kebutuhan bahan pangan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Dorongan ini disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Protein Kadin Indonesia dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Kamis (27/8).
Ketua Satgas Protein Kadin Indonesia, Cecep Muhammad Wahyudin, memaparkan empat program utama yang diusung: hilirisasi produk pertanian dan peternakan berbasis protein, desentralisasi produksi ayam petelur, pengembangan kawasan sapi perah, serta digitalisasi rantai pasok dari hulu ke hilir.
Menurut Cecep, penguatan rantai pasok ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan MBG, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang melibatkan petani, peternak, pelaku industri, hingga masyarakat di berbagai daerah.
"Pertama adalah hilirisasi untuk produk-produk hasil pertanian dan peternakan yang berkaitan dengan protein. Kedua, desentralisasi ayam petelur. Ketiga, pengembangan kawasan sapi perah di Indonesia. Keempat, digitalisasi sistem dari hulu sampai dengan hilir," jelas Cecep dalam keterangannya, Jumat (28/8).
Dalam pertemuan tersebut, Kadin juga mengusulkan agar alokasi 3 persen Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk alat dan mesin pertanian (Alsintan) dapat dimanfaatkan oleh klaster usaha yang menjadi bagian dari rantai pasok protein.
Skema ini dinilai dapat membantu masyarakat dan pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat keterhubungan antaraktor dalam ekosistem pangan.
"Kita mengajukan 3 persen KUR Alsintan itu untuk klasternya dimasukkan. Karena ini akan melibatkan masyarakat, itu menjadi bagian daripada satu ekosistem supply chain," ujar Cecep.






