BERANTASONLINE.COM - Kepolisian Nepal mengonfirmasi penemuan 157 jenazah menyusul banjir bandang yang menghancurkan wilayah perbatasan dengan Tibet. Peristiwa tragis ini meninggalkan ratusan orang lainnya masih dinyatakan hilang dalam pencarian yang intensif.
Bencana alam ini terjadi di wilayah yang berbatasan langsung dengan Tibet, sebuah area yang rentan terhadap dampak cuaca ekstrem. Kejadian ini menyebabkan kerusakan masif pada infrastruktur dan permukiman warga.
Petugas bantuan yang berada di lokasi melaporkan bahwa seluruh pemukiman di area terdampak telah hanyut tanpa sisa. Kondisi ini menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan air yang menerjang wilayah tersebut.
Rekaman kamera pengawas yang beredar memperlihatkan pemandangan mencekam. Puluhan warga terlihat berlarian berusaha menyelamatkan diri dari terjangan puing-puing yang mengalir deras.
Gulungan puing, yang tingginya mencapai beberapa lantai, menghantam wilayah perbatasan dengan kecepatan tinggi. Benda-benda berat seperti truk dan bus ikut terseret dalam arus banjir yang ganas.
Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, menyampaikan rasa dukacita mendalam atas musibah ini. Ia menyatakan bahwa kesedihan dan kehilangan yang dialami para korban sangatlah besar.
"Rasa sakit dan kehilangan yang Anda alami tidaklah kecil," ujar Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosialnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah tersebut terhadap bencana alam yang tidak terduga. Upaya pencarian dan evakuasi terus dilakukan oleh pihak berwenang dan relawan.
Dikutip dari kantor berita AFP, kejadian ini menjadi salah satu bencana banjir bandang terparah yang pernah melanda wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.






