Jakarta, BERANTAS —

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) secara resmi meluncurkan lima jilid pertama dari seri buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" pada Senin (31/8).

Peluncuran ini merupakan bagian dari penyempurnaan proyek penulisan sejarah nasional yang sebelumnya diperkenalkan pada Desember 2025.

Seri buku ini diklaim membawa pendekatan baru dengan perspektif Indonesia-sentris, tidak lagi menjadikan pengalaman kolonial sebagai satu-satunya fokus utama dalam membaca sejarah bangsa.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa penyusunan buku ini merupakan upaya memperbarui historiografi Indonesia sekaligus menjawab kebutuhan akan karya sejarah nasional yang lebih komprehensif.

Keunikan buku ini terletak pada penyusunannya yang tidak hanya mengandalkan ilmu sejarah, tetapi juga melibatkan berbagai disiplin ilmu lain seperti arkeologi, filologi, epigrafi, genetika, hingga paleoantropologi.

Sebanyak 123 pakar dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga non-perguruan tinggi turut berkontribusi dalam proses penyusunan buku ini.

Kemenbud menekankan bahwa perspektif Indonesia-sentris memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku sejarah di Nusantara untuk menjadi bagian sentral dalam pembentukan narasi sejarah nasional.

Dengan pendekatan ini, sejarah Indonesia tidak hanya dilihat dari hubungannya dengan bangsa asing atau masa penjajahan, melainkan juga dari perkembangan masyarakat Nusantara, interaksi antardaerah, perdagangan, kebudayaan, hingga dinamika pembentukan bangsa itu sendiri.