BERANTASONLINE.COM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengambil langkah signifikan dengan mempercepat integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam tata kelola organisasinya di Jakarta pada Sabtu (22/8).

Inisiatif ini merupakan respons strategis terhadap berbagai tantangan modern, termasuk disrupsi AI, perubahan iklim, dan dinamika generasi muda.

Langkah akselerasi digitalisasi ini menjadi krusial mengingat luasnya struktur organisasi NU yang mencakup 38 PWNU, 523 PCNU, 33 PCINU, 7.000 MWC, hingga 61.000 Pengurus Ranting. Skala yang masif ini menuntut adanya modernisasi administrasi yang terintegrasi dan transparan.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menekankan pentingnya adaptasi administrasi modern. "Kebesaran ukuran organisasi harus diperkuat dengan adaptasi administrasi modern. Digitalisasi dan standarisasi tata kelola adalah jalur mutlak agar NU tetap berdaya guna dan relevan melayani umat di tingkat akar rumput," ujar Gus Yahya di Jakarta, Sabtu (22/8).

Dalam lima tahun terakhir, PBNU telah berupaya membenahi sistem internalnya. Upaya ini diwujudkan melalui pengoperasian platform Digdaya NU serta integrasi WhatsApp Chatbot yang memanfaatkan kecerdasan buatan.

Penguatan kapasitas kelembagaan tidak berhenti pada ranah teknologi. PBNU juga gencar melaksanakan program kaderisasi seperti PD-PKPNU dan PMKNU, yang telah berhasil meluluskan lebih dari 133.000 kader. Selain itu, penjagaan sanad keilmuan juga menjadi prioritas melalui program Nasrus Sanad di Pesantren Tebuireng.

Gus Yahya menegaskan komitmen NU terhadap bangsa. "Tidak bisa kita berpikir tentang NU, kecuali pada saat yang sama kita berpikir dan bertindak tentang Indonesia," tandas Gus Yahya.

Menjelang Muktamar ke-35 NU yang mengusung tema "Menjaga Muruah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa", PBNU tengah menyusun dua dokumen strategis. Dokumen tersebut adalah Roadmap 25 Tahun NU dan Piagam Nilai Keulamaan, yang diharapkan menjadi panduan arah organisasi di masa depan.

Pengembangan kemandirian ekonomi NU juga menjadi fokus utama. Hal ini didukung oleh unit usaha NUNOMIC serta upaya perluasan jaringan teknologi hingga ke daerah-daerah terpencil.