Jambi, BERANTAS –

Ratusan pengurus dan anggota Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya se-Provinsi Jambi menggelar aksi unjuk rasa untuk ketiga kalinya di halaman Kantor Gubernur Jambi, Kamis (10/9/2026).

Aksi ini merupakan kelanjutan dari upaya penyampaian aspirasi yang sebelumnya telah dilakukan pada 13 Agustus dan 25 Agustus 2026. Peserta aksi, yang mengenakan seragam organisasi, berkumpul di luar pagar kantor gubernur.

Pengamanan ketat diberlakukan di lokasi, dengan pintu gerbang utama ditutup rapat dan dijaga oleh gabungan personel Kepolisian dan TNI. Sejumlah mobil water cannon juga disiagakan sebagai langkah antisipasi.


Dalam orasinya, GRIB Jaya menuntut keseriusan Pemerintah Provinsi Jambi dalam menanggapi beberapa persoalan krusial, antara lain:
1. Transparansi dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah.

2. Penertiban aktivitas pertambangan yang dinilai merugikan masyarakat dan lingkungan.

3. Penyelesaian konflik lahan secara adil dan transparan.

"Kami datang untuk ketiga kalinya. Pintu boleh ditutup, pasukan boleh berjajar, tetapi suara rakyat tidak boleh dibungkam. Kami tetap menuntut jawaban yang nyata dan tindakan yang tegas," ujar salah seorang juru orasi.

GRIB Jaya juga menegaskan bahwa mereka meminta pertemuan langsung dengan Gubernur Jambi untuk memperoleh jawaban resmi dan tertulis atas tuntutan mereka.

Lebih lanjut, organisasi ini mengumumkan rencana untuk melanjutkan aksi ke tingkat pusat jika tidak ada tanggapan yang memuaskan dari Pemerintah Provinsi Jambi hingga batas waktu yang ditentukan.