BERANTASONLINE.COM - Ukraina secara resmi memperkenalkan dua platform militer canggih, yaitu kapal nirawak terbesar keluarga MAGURA bernama MV11 dan pesawat pencegat Alexa Spatium.
Kedua inovasi ini diluncurkan oleh Kementerian Pertahanan Ukraina pada parade Hari Kemerdekaan Ukraina ke-35 yang diselenggarakan di sepanjang Sungai Dnipro, Kyiv, pada Agustus 2026.
Peluncuran kedua sistem pertahanan baru ini bertujuan untuk memperkuat kapabilitas tempur Ukraina di laut lepas dan sebagai upaya strategis menangkal ancaman drone serang yang dilancarkan oleh Rusia di garis depan pertempuran.
MV11, yang berbeda dari varian sebelumnya yang berfungsi sebagai amunisi kamikaze, kini dirancang sebagai platform logistik dan pangkalan laut bergerak. Kapal nirawak ini memiliki kapasitas angkut muatan yang signifikan, mencapai 2.200 kilogram, dan mampu beroperasi selama tujuh hari tanpa henti di laut terbuka.
"MV11 berfungsi sebagai Pangkalan Laut Bergerak (Mobile Offshore Base) yang mampu meluncurkan, mengisi ulang bahan bakar, serta menyuplai peralatan tempur bagi drone laut yang berukuran lebih kecil di tengah laut lepas," ujar Oleg Rogynskyy, Chief Executive Officer UFORCE.
Sistem pada MV11 dirancang untuk mengintegrasikan berbagai fungsi krusial, mulai dari pengintaian, pengumpulan intelijen maritim, hingga dukungan operasi amfibi dan jaringan transmisi antar-domain. Pengembangan teknisnya merupakan hasil kolaborasi biro riset UFORCE di Portugal dengan dukungan pendanaan internasional, serta diproduksi di Amerika Serikat melalui kemitraan dengan ReconCraft.
Selain inovasi maritim, Ukraina juga menempatkan pesawat pencegat bertenaga turbojet, Alexa Spatium, ke dalam dinas militer aktif. Pesawat tanpa awak berukuran 1,5 x 1,7 meter ini diluncurkan menggunakan ketapel portabel dari area dekat garis depan untuk memburu drone jenis Geran dan Shahed-131.
Kementerian Pertahanan Ukraina mengonfirmasi bahwa pesawat tanpa awak yang dirancang secara domestik ini telah resmi beroperasi, menandai hadirnya lini pertahanan baru terhadap ancaman udara jarak dekat. Keunggulan Alexa Spatium terletak pada kemampuannya untuk kembali ke titik peluncuran jika gagal dalam misi mencegat target.
Pesawat ini dibekali dengan teknologi sensor inframerah, kamera elektro-optik, dan opsi hulu ledak yang beragam, termasuk termobarik, shaped-charge, fragmentasi, hingga ledakan tinggi, sebagaimana dikutip dari artikel asli.






