BERANTASONLINE.COM - Bencana alam dahsyat berupa banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah perbatasan antara Nepal dan Tiongkok, menimbulkan duka mendalam dan kerugian yang signifikan. Peristiwa tragis ini telah merenggut ratusan nyawa.
Perkembangan terkini menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa akibat bencana alam tersebut kini telah bertambah menjadi 392 orang. Angka ini terus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan tim penyelamat yang bertugas.
Tim penyelamat dilaporkan masih berjuang keras menerjang lumpur dan puing-puing pada hari Kamis. Upaya pencarian difokuskan pada lebih dari 1.400 orang yang dilaporkan hilang pasca kejadian mengerikan tersebut.
Wilayah yang terdampak bencana adalah area perbatasan antara Nepal dan Tibet, sebuah wilayah otonom di Tiongkok. Kondisi geografis yang sulit menambah tantangan dalam upaya penyelamatan dan penanggulangan.
Akibat terjangan banjir bandang dan longsor yang begitu kuat, sejumlah desa yang berada di zona bencana dilaporkan tersapu bersih. Gambaran kehancuran ini menunjukkan skala bencana yang sangat besar.
"Tim penyelamat masih menerjang lumpur pada hari Kamis untuk mencari lebih dari 1.400 orang yang hilang setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah perbatasan Nepal-Tibet," demikian informasi yang dikutip dari AFP.
"Sejumlah desa tersapu bersih akibat bencana," tambah sumber berita tersebut, menggambarkan keparahan dampak yang ditimbulkan oleh fenomena alam ini.
Dilansir dari AFP, kejadian ini terjadi pada hari Jumat, 28 Agustus 2026, yang menandai dimulainya upaya penanggulangan intensif di tengah kondisi yang sangat memprihatinkan.
Penyebab pasti dari banjir bandang dan longsor berskala besar ini kemungkinan besar berkaitan dengan curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.






