BERANTASONLINE.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan segera mengerahkan tim medis ke wilayah yang terdampak oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dilaporkan di daerah-daerah tersebut.

Kepastian ini disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR dari Fraksi NasDem, Irma Chaniago. Ia menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kemenkes telah merencanakan intervensi langsung untuk mengatasi masalah kesehatan yang timbul akibat kabut asap.

"Barusan (kemarin) kami RDP dengan Kemenkes soal ini, insyaallah kemenkes akan segera turun dengan tenaga kerja medisnya," kata Irma saat dihubungi pada hari Jumat, 28 Agustus 2026. Pernyataannya mengindikasikan adanya koordinasi intensif antara legislatif dan eksekutif mengenai penanganan darurat ini.

Langkah Kemenkes ini merupakan tindak lanjut dari diskusi yang telah dilakukan dengan Komisi IX DPR. Pertemuan tersebut fokus pada evaluasi dan perencanaan strategi penanggulangan dampak kesehatan karhutla yang semakin mengkhawatirkan.

Pengerahan tenaga medis ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat yang terdampak. Mereka diharapkan dapat melakukan pemeriksaan, memberikan pengobatan, serta edukasi mengenai pencegahan penyakit pernapasan.

Kebakaran hutan dan lahan yang meluas seringkali menimbulkan kabut asap tebal. Paparan asap ini diketahui menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus ISPA, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Oleh karena itu, kehadiran tim medis dari Kemenkes diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Penanganan yang cepat dan tepat menjadi kunci untuk mencegah penyebaran penyakit dan komplikasi lebih lanjut.

Tindakan proaktif dari Kemenkes ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi kesehatan warganya di tengah bencana lingkungan. Selain penanganan medis, upaya pencegahan dan pengendalian karhutla secara menyeluruh juga menjadi prioritas.

"Insyaallah kemenkes akan segera turun dengan tenaga kerja medisnya," ujarnya seperti dikutip dari artikel asli.