Bogor, BERANTAS –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyiapkan pembangunan jalur alternatif sepanjang sekitar 7,5 kilometer yang menghubungkan kawasan Pasir Muncang, Bogor Selatan, dengan Taman Safari Indonesia Bogor. Proyek konektivitas ini ditargetkan mulai direkonstruksi pada September 2026.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa jalur baru ini bukan sekadar penambahan ruas jalan, melainkan sebuah strategi untuk membuka akses ekonomi antarwilayah sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di Kabupaten Bogor.
"Pada 2026, kami juga sudah mempersiapkan pembangunan jalan alternatif baru mulai dari Pasir Muncang, wilayah Bogor Selatan, sampai Eiger, kemudian dari Eiger hingga Taman Safari Indonesia. Insyaallah pada bulan September kita mulai melakukan rekonstruksi pembangunan jalan sepanjang 7,5 kilometer," kata Rudy pada Rabu (2/9).
Selain itu, koridor Pasir Muncang hingga Taman Safari sebelumnya juga menjadi perhatian Pemkab Bogor terkait penataan kawasan yang rawan kemacetan.
Pada April 2026, Pemkab Bogor telah melakukan pendataan dan penataan di sejumlah titik simpang sepanjang koridor tersebut.
Dengan adanya jalur alternatif ini, pemerintah berharap pergerakan masyarakat tidak hanya bertumpu pada jalur utama yang saat ini menanggung beban lalu lintas kawasan Puncak dan sekitarnya.
Rudy menekankan bahwa pembangunan jaringan jalan merupakan fondasi penting bagi pemerataan wilayah di Kabupaten Bogor, mengingat luasnya wilayah dan jumlah penduduk yang besar. Konektivitas, menurutnya, adalah prasyarat utama sebelum mendorong perkembangan ekonomi di kawasan yang selama ini relatif kurang terhubung.
"Kalau mau membangun wilayah, urat nadinya harus dibangun terlebih dahulu. Urat nadi itu apa? Jaringan jalan," ujar Rudy.






