BERANTASONLINE.COM - Tokoh nasional, Hashim Djojohadikusumo, memberikan apresiasi mendalam terhadap kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Ia menilai lembaga tersebut semakin menunjukkan eksistensinya di kancah internasional.

Pertemuan antara Hashim Djojohadikusumo dan Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, pada Selasa, 1 September 2026, menjadi momen penting dalam penyampaian pandangan tersebut. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Health, dialog ini menyoroti peran krusial BPOM dalam lanskap kesehatan nasional.

Hashim Djojohadikusumo menekankan bahwa penguatan BPOM sebagai regulator kelas dunia adalah pilar utama dalam membangun kemandirian serta daya saing bangsa Indonesia. Pandangan ini menggarisbawahi pentingnya institusi yang kuat untuk kemajuan negara.

Menurut pandangannya, potensi kekayaan biodiversitas dan pasar nasional yang luas perlu ditransformasi menjadi kekuatan ekonomi-kesehatan. Hal ini dapat dicapai melalui riset yang mendalam, proses hilirisasi yang efektif, dan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Indonesia membutuhkan institusi yang kuat, kredibel, dan mampu berbicara pada level internasional. Saya mengapresiasi BPOM yang terus memperkuat kapasitas dan jejaring globalnya," ujar Hashim Djojohadikusumo. 

Menanggapi dukungan yang diberikan, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa kemajuan sektor pangan dan obat-obatan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah saja. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut.

BPOM mengusung konsep kolaborasi Academia, Business, and Government (ABG) untuk menyatukan berbagai elemen. Tujuannya adalah agar hasil riset dari laboratorium dapat diaplikasikan ke ranah industri secara aman dan tetap terjaga kualitasnya.

"ABG bukan sekadar konsep kolaborasi, tetapi sebuah ekosistem. Akademisi melahirkan pengetahuan dan inovasi, dunia usaha melakukan hilirisasi, sementara pemerintah memastikan regulasi memberikan perlindungan sekaligus membuka ruang inovasi," jelas Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI.

Transformasi yang sedang dijalankan oleh BPOM difokuskan pada penguatan standar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi terkini, hingga pengembangan ilmu regulasi atau regulatory science. Langkah-langkah ini dirancang untuk mempermudah industri farmasi dan pangan dalam negeri agar dapat menembus pasar internasional.