BERANTASONLINE.COM - Serangkaian gempa susulan terus mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7. Aktivitas seismik ini menunjukkan intensitas yang signifikan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa jumlah gempa susulan telah mencapai angka yang luar biasa. Total kejadian gempa susulan kini telah menembus lebih dari sepuluh ribu kali.

Data terbaru yang dihimpun oleh BMKG pada Senin, 31 Agustus 2026, pukul 05.00 WIB, menunjukkan angka akumulatif yang mencengangkan. Total gempa bumi susulan yang tercatat mencapai 10.232 kejadian.

Peristiwa gempa susulan ini bervariasi dalam kekuatannya. Magnitudo gempa susulan terbesar yang berhasil dicatat mencapai M 6,2.

Sementara itu, gempa susulan terkecil yang terdeteksi memiliki magnitudo M 1,0. Variasi magnitudo ini menunjukkan dinamika pergerakan lempeng yang terus berlangsung di bawah permukaan bumi.

BMKG secara rutin memberikan pembaruan mengenai perkembangan gempa susulan ini. Informasi ini sangat penting untuk kewaspadaan masyarakat di wilayah terdampak.

"Update gempa bumi susulan gempa Flores M 7,7 hingga tanggal 31 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, total gempa bumi susulan: 10.232," demikian pernyataan resmi yang dirilis oleh BMKG. Pernyataan ini mengkonfirmasi tingginya frekuensi aktivitas seismik.

Informasi mengenai gempa susulan ini bersumber dari catatan dan analisis yang dilakukan oleh BMKG. Lembaga ini terus memantau setiap pergerakan seismik demi memberikan informasi akurat kepada publik.

Dikutip dari sumber berita yang melaporkan perkembangan gempa susulan di NTT.

Follow berantasonline.com
Follow on Google