BERANTASONLINE.COM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani, secara tegas menyoroti eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terus melanda berbagai wilayah di Indonesia. Kondisi ini memunculkan keprihatinan mendalam atas dampak yang ditimbulkannya.
Perhatian utama Puan Maharani tertuju pada sektor pendidikan dan kesehatan yang rentan terdampak oleh bencana asap karhutla. Masalah-masalah krusial dalam kedua bidang tersebut perlu segera ditangani secara serius.
"Karhutla saat ini sudah dilaksanakan KLB (kondisi luar biasa), dan kami sudah meminta kepada pemerintah untuk melaksanakan koordinasi bukan hanya bagaimana penanganan karhutla tersebut, tapi antisipasi terkait masalah kesehatan, pendidikan, dan koordinasi antisipasi setelah karhutlanya selesai," ujar Puan Maharani.
Pernyataan tersebut disampaikan Puan Maharani usai memimpin jalannya rapat paripurna yang diselenggarakan di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa, tanggal 1 September tahun 2026.
Puan Maharani menekankan bahwa penanganan karhutla tidak boleh hanya berhenti pada upaya pemadaman api semata. Perlu ada langkah antisipatif yang matang.
Koordinasi yang kuat antar kementerian dan lembaga pemerintah menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi karhutla yang telah ditetapkan sebagai kondisi luar biasa.
Lebih lanjut, Puan Maharani menggarisbawahi perlunya perencanaan yang matang untuk mengatasi dampak pasca-karhutla, terutama pada sektor kesehatan dan pendidikan.
Dikutip dari sumber berita asli, Ketua DPR RI ini mendorong adanya sinergi yang lebih baik dari berbagai pihak. Hal ini penting demi meminimalkan kerugian masyarakat akibat bencana asap.






